Painan—Manajemen pengelolaan sekolah di kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) perlu perbaikan. Mulai dari SD sampai SMA, manajemen sekolah di kabupaten tersebut perlu dibenahi.
Hal itu diakui Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Pessel Dian Wijaya. Menurutnya, sekolah di Pessel saat ini masih perlu perbaikan. Mulai dari fisik, personal, administrasi dan keuangan serta kelas. Saat ini, di awal jabatannya, ia tengah memacu sekolah-sekolah untuk membenahi manajemen fisik dan personal. “Dari dua poin itu saja, dibanding dengan daerah lain yang kualitas pendidikannya sudah maju, kita masih kalah jauh. Makanya, sedari sekarang kita benahi secara bertahap,” ujarnya, Jumat (24/4).
Saat ini, di Pessel terdapat 384 SD, 62 SMP, 21 SMA dan 14 SMK. Dari sebanyak sekolah tersebut, hanya beberapa sekolah saja yang manajemen fisik dan personalnya tinggal sedikit pembenahan saja. Sementara, banyak sekolah yang saat ini masih bergelut dalam pembenahan dua poin tersebut. Ia menjelaskan manajemen fisik tersebut terkait dengan sarana dan prasarana sekolah. Sementara, masalah personal terkait dengan keterbatasan tenaga guru.
Selain itu, tenaga guru yang ada, belum sampai 60 persennya yang berstatus PNS alias masih guru bantu. Saat ini, untuk SMA dan SMK terdapat 905 guru dengan status PNS dan guru sukarela. Sementara, untuk data guru tingkat SD dan SMP, saat ini masih di-up date. Manajemen sekolah, menurut Dian saat ini juga belum transparan. Akibatnya, pihak komite yang seharusnya berperan, menjadi kurang tanggap. Misalnya, untuk bantuan siswa miskin. Seharusnya ada subsidi silang dari orang tua siswa yang mampu.
“Tapi, dengan transparansi yang setengah-setengah saat ini, anggota komite kurang peduli. Padahal, kalau memang transparan, dan data tentang siswa kurang mampu jelas, saya rasa orang tua yang mampu tidak akan enggan membantu lagi,” ungkapnya.
Setelah manajemen fisik dan personal dibenahi, secara bertahap ia akan masuk ke manajeman administrasi keuangan dan kelas. Memang, semua aspek manajemen tersebut tidak bisa dipisahkan satu dan yang lainnya. Namun, dengan keterbatasan saat ini, pembenahan tersebut dilakukan secara bertahap.
“Daerah lain, yang pendidikannya sudah maju, sudah masuk pada peningkatan pengembangan manajemen mutu. Kita tengah menuju ke sana. Asal serius, kita akan segera menyusul mereka atau melewati mereka,” tukasnya. (*/dikutip dari Harian Padang Ekspres)